Ad Code

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Menolong kakek misterius (bagian 1)

Hari ini Baskoro lelah sekali. Ia seharian sudah menarik penumpang mulai sehabis subuh sampai pukul lima sore. Maklum Baskoro adalah seorang pengemudi Ojek Online. Ia tinggal di kontrakan daerah Kotabaru Yogyakarta bersama kedua orangtua dan juga dua adiknya. Dari jalan Malioboro yang legendaris sehabis mengantar penumpang, ia memacu  motornya dengan cepat menuju ke Kotabaru. Maklum ia sudah sangat lelah dan lapar. Seharian belum sempat makan karena hari itu orderan ramai sekali. Ketika sedang memacu motornya dari kejauhan ia melihat seseorang yang tergeletak ditrotoar. Dan saat itu kebetulan jalanan sedang sepi. Tanpa berpikir panjang ia segera mendekati orang itu dan akan menolongnya. Ternyata orang itu adalah seorang kakek-kakek. Baskoro segera memeriksa kakek itu dan ternyata masih hidup. Tiba-tiba terdengan suara perut keroncongan. Baskoro yakin kakek itu lemas karena kelaparan. "Kek, bangun kek, ini ada sekedar makanan dan minuman buat pengganjal rasa lapar" ujar Baskoro. Kakek itu membuka matanya dan berkata "Terimakasih nak". "Mari, silahkan kakek duduk dulu saya ambilkan makanannya" kata Baskoro. Dengan cepat Baskoro segera mengambil Pecel Lele dan es teh yang ada dimotornya untuk diberikan kepada kakek tersebut. 

Kakek tua tersebut segera makan dengan lahap. "Nak, maukah kamu mengantar kakek ketempat tinggal kakek?" tanya kakek tua itu. "Tentu saja kek, dimana rumah tinggal kakek kalau boleh tahu?" tanya Baskoro. Tempat saya di daerah Kotabaru nak, dipinggiran Kali Code" jawab kakek tua tersebut. "Ngomong-omong nama kakek siapa?" tanya Baskoro. "Panggil saja saya kakek Burhan" jawab kakek tua tersebut. "mari kek, saya antar naik motor, kebetulan saya ojek online" ajak Baskoro. "Baiklah nak, tapi saya tidak punya ongkos, bagaimana ya?" kata kakek Burhan bingung. "Tenang saja kek, untuk saat ini saya niatnya cuma ingin menolong, tidak usah dipikirkan ongkosnya, gratis" kata Baskoro meyakinkan. "Terimakasih nak, kamu baik sekali" kata kakek Burhan. "Kamu namanya siapa nak, dari tadi saya belum tahu namamu?" tanya kakek Burhan. "Perkenalkan nama saya Baskoro kek, saya kebetulan juga tinggal didaerah Kotabaru" kata Baskoro memperkenalkan diri. "Oh, tetangga kalau begitu" kata kakek Burhan senang. "Eh, iya ya, tidak kepikiran" kata Baskoro sedikit bingung.

Tidak berapa lama kemudian sampailah mereka berdua di sebuah rumah tua bergaya bangunan belanda yang megah bersih dan terawat baik. Di sekeliling rumah banyak terdapat tanaman hias yang berasal dari dalam dan luar negeri. "Sudah sampai nak, mari mampir dulu, kamu temanin kakek makan malam" ajak kakek Burhan. "Terimakasih kek, mungkin lain kali" jawab Baskoro dengan sopan. "Ayolah nak, tidak baik menolak rezeki, pamali" kata kakek Burhan. "Baiklah kek, saya mau, tentunya jika kakek  tidak berkeberatan" jawab Baskoro. "Tentu tidak, mari masuk" ajak kakek Burhan. Baskoro dan kakek Burhan segera masuk ke dalam rumah tua yang besar itu.

Bersambung


Posting Komentar

0 Komentar