Ad Code

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Menolong kakek misterius (bagian 2)

"Nak, duduk istirahatlah dulu, kakek mau bersih-bersih sebentar" kata kakek Burhan. "Terimakasih sekali kek, maaf jadi merepotkan" jawab Baskoro sopan. Kakek Burhan segera menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Tidak lupa ia menyuruh seseorang untuk menyiapkan makan malam buat beliau dan tamunya. Tidak berapa lama kemudian datang seorang wanita yang masih muda membawa nampan berisi minuman dan juga makanan ringan. "Silahkan diminum mas, kakek Burhan baru mandi sebentar" kata wanita muda itu. "Terimakasih, maaf kalau boleh tahu kamu siapa?" tanya Baskoro penasaran. "Saya Lastri yang biasa bantu-bantu disini" jawab wanita muda itu. "Oh, terimakasih ya mbak lastri" kata Baskoro lagi. "Sama-sama, ini sudah menjadi tugas saya" jawab Lastri dengan ramah dan sopan. Segera Lastri kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

Baskoro memperhatikan sekeliling ruang tamu. Ia tertarik dengan ruang tamu yang berasitektur belanda. Disana ia melihat deretan foto yang dipajang didinding. Nampak foto seorang pemuda yang gagah naik sepeda motor balap klasik Royal Enfield dengan mesi Bullet 500 CC. Di foto lain nampak pemuda eropa gagah itu memboncengkan istrinya yang cantik dan seorang anak kecil berusia sekitar 10 tahun duduk di depan. Di foto lain nampak seorang pemuda mirip kakek Burhan yang memegang tropi juara balap motor. "Ha ha ha, sedang lihat apa anak muda" tiba-tiba kakek Burhan datang menyapa dan mengagetkannya. "Eh, iya kakek, maaf, ini saya memperhatikan foto-foto yang terpajang di dinding" jawab Baskoro agak kaget. "Oh, itu kakek dan nenekku, sedangkan foto yang pegang tropi juara itu ayahku" jawab kakek Burhan.

Bersambung

Posting Komentar

0 Komentar