Ad Code

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Menolong Kakek Misterius (Bagian 3)

Baskoro masih memperhatikan sekeliling dinding ruang tamu. Ia tertarik dengan sebuah foto satu keluarga Eropa yang sepertinya dari keluarga bangsawan. "Kakek, ini sepertinya leluhur kakek ya. sepertinya dari keluarga bangsawan?" tanya Baskoro penasaran. "Ia nak, leluhur kakek adalah keluarga bangsawan di kerajaan Belanda, dan kakek adalah salahsatu keturunannya" jawab kakek Burhan panjang lebar. Kebetulan ayahku menikah dengan seorang gadis dari suku jawa" jawab kakek Burhan. "Sudahlah nanti kita bahas lagi, sekarang mari kita makan dulu, tentunya kamu sudah lapar kan?" ajak kakek Burhan. "Iya kakek, perutku memang sudah keroncongan" jawab Baskoro agak malu-malu. Keduanya segera beranjak ke meja makan. Di atas meja telah dihidangkan semur daging, selat solo, perkedel, sup senerek, kroket lengkap dengan nasi dan kentang rebus. Rupanya masakan yang dihidangkan kakek Burhan masih berbau Belanda.

"Mari nak Baskoro, dinikmati hidangan makan malam seadanya" kata kakek Burhan dengan ramah. "Terimakasih kakek, ini sudah cukup mewah bagi saya" jawab Baskoro dengan sopannya. Baskoro pun segera mengambil nasi dengan lauk semur daging kesukaannya. "Nak, kok tidak pakai sayur, coba kamu kasih sup snerek itu, coba dulu, pasti nanti kamu akan ketagihan" kata kakek Burhan. "Terimakasih kek" jawab Baskoro sambil mengambil sup snerek. Iapun segera menikmati hidangannya. "Bagaimana nak, apakah kamu suka dengan masakannya?" tanya kakek Burhan. "Wow suka sekali kek, enak sekali, apalagi sup snereknya, terasa segar dan bikin kemepyar" kata Baskoro. "Bagus sekali, saya suka mendengarnya. Bi Lastri memang pandai memasak" kata kakek Burhan memuji pembantunya.

Bersambung

Posting Komentar

0 Komentar